"Like The Legend of The Phoenix"
Judul dari tulisan ini memang bukan merupakan judul lagu ataupun lirik lagudari yang pernah dibawakan oleh Idol Group JKT48. Itu adalah lirik pembuka dari lagu "Get Lucky" milik Daft Punk. Salah satu cuplikan lirik saya sepanjang masa. Tapi tulisan bukan tentang Daft Punk. Tulisan ini tentang perjalanan awal saya dalam menjalani peran sebagai seorang Wota*.
Awal perjalanan saya sebagai seorang grup idol ini berawal, dengan berakhirnya masa Melody Laksani sang Legenda sebagai member dari JKT48, ditandai dengan sebuah event spesial berjudul "Dirimu Melody", yang juga merupakan judul dari salah single milik JKT48. Seremoni berhentinya seorang member sering dianugerahi dengan sebuah special event berupa graduation concert - atau setidaknya sepengetahuan saya begitu.

(image diambil dari situs resmi: JKT48)
Setelah menjadi pengamat dan penggemar JKT48 dari jauh selama bertahun-tahun. Akhirnya saya memutuskan untuk terjun bergabung dalam barisan WOTA, atau setidaknya bergabung dalam salah satu baris antrian untuk menonton konser JKT48. Alasannya sederhana. Ini momentum berharga, akhir dari sebuah era (yang pastinya awal dari era yang baru), dan yang paling utama: Mereka 'mendatangi' wilayah saya. Ya, konser kelulusan itu dilakukan di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka. Jadi singkatnya saya berpikir: It's Time!
Begitulah, awal dari perjalanan saya ke depan untuk menapaki jalan hidup sebagai seorang Wota. Menikmati sunyi dan hening dalam keriuhan bising dari chanting. Akhir menjelma awal. Melody berhenti dari member untuk kemudian diangkat menjadi General Manager (GM) dari JKT48 Operational Team (JOT). Sedang saya berhenti dari seorang pria yang keluar-masuk, berpindah-pindah dari menjalin hubungan dengan satu manusia ke manusia lain, menjadi seorang lajang total yang memuja Oshimen dan memilih untuk berbahagia dengan pilihan hidup itu.
"Like the legend of the phoenix
It ends with beginning..."
Awal perjalanan saya sebagai seorang grup idol ini berawal, dengan berakhirnya masa Melody Laksani sang Legenda sebagai member dari JKT48, ditandai dengan sebuah event spesial berjudul "Dirimu Melody", yang juga merupakan judul dari salah single milik JKT48. Seremoni berhentinya seorang member sering dianugerahi dengan sebuah special event berupa graduation concert - atau setidaknya sepengetahuan saya begitu.
(image diambil dari situs resmi: JKT48)
Setelah menjadi pengamat dan penggemar JKT48 dari jauh selama bertahun-tahun. Akhirnya saya memutuskan untuk terjun bergabung dalam barisan WOTA, atau setidaknya bergabung dalam salah satu baris antrian untuk menonton konser JKT48. Alasannya sederhana. Ini momentum berharga, akhir dari sebuah era (yang pastinya awal dari era yang baru), dan yang paling utama: Mereka 'mendatangi' wilayah saya. Ya, konser kelulusan itu dilakukan di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka. Jadi singkatnya saya berpikir: It's Time!
Begitulah, awal dari perjalanan saya ke depan untuk menapaki jalan hidup sebagai seorang Wota. Menikmati sunyi dan hening dalam keriuhan bising dari chanting. Akhir menjelma awal. Melody berhenti dari member untuk kemudian diangkat menjadi General Manager (GM) dari JKT48 Operational Team (JOT). Sedang saya berhenti dari seorang pria yang keluar-masuk, berpindah-pindah dari menjalin hubungan dengan satu manusia ke manusia lain, menjadi seorang lajang total yang memuja Oshimen dan memilih untuk berbahagia dengan pilihan hidup itu.
"Like the legend of the phoenix
It ends with beginning..."
Komentar
Posting Komentar